Sejarah terjadinya Desa Randegan, berawal dari peperangan kademangan yaitu antara Ki Demang Ki Ageng Selomanik melawan kademangan Jepara, terjadi sebelum Perang Diponegoro sekitar abad ke 18.
Dalam peperangan ki Demang Selomanik kalah, selama perjalanan selalu di kejar oleh para prajurit jepara, dan terus berjalan ke arah barat sampai akhirnya berhenti dalam bahasa jawa disebut mandeg di suatu tempat yang dirasa aman hingga beberapa tahun ditempat itu.
Sebelum meninggalkan tempat mereka menemui salah satu penghuni disekitar tempat tersebut yang bernama Ki Wala. Mereka berpesan kepada ki Wala yang dalam bahasa jawa “mbesuk wis rejaning jaman wilayah iki dijenengi RANDEGAN” yang kurang lebih maknanya “pemandegan/papan nggo mandeg” (tempat untuk beristirahat).
Selanjutnya mereka pergi melanjutkan perjalanan sampai di Kuta Waringin (sekarang disebut Kutaringin), ditempat itulah mereka sampai meninggal dunia dan dimakamkan di sebuah sawah yang bernama Selomanik yang berlokasi di Banjarnegara. Sampai saat ini makam tersebut bernama Makam Kiageng Selomanik.
Dan sampai saat ini yang mbubak sembung senggani Desa Randegan bernama Ki Wala, makam beliau di Randegan masih di keramatkan.
Demikian sekilas sejarah awal mulanya terjadinya Desa Randegan.
Sejarah Kepemimpinan Desa Randegan
- Marta Sentana
- Kusmen/Kusen
- Kastro Taruno
- Atmo Suwito (Th 945)
- Marsodo ( 1964 – 1998 )
- Heri Setyadi ( 1998 – 2013)
- Suko Asmoro ( 2013 s.d sekarang )